Kunjungan Mentri Koperasi dan UKM RI


Sebagai wujud dan kepedulian Pemerintah Pusat terhadap perkembangan Koperasi dan UKM sejumlah bantuan terus dikucurkan. Kali ini penuyerahan bantuan dipusatkan di Desa Tiag Kecamatan Susut Bangli yang dihadiri langsung Mentri Koperasi dan UKM RI Doktor Sjarif Hasan,MM.MBA. Selain itu hadir juga Dirjen Pengembangan Distinasy Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI Ir. Firman Syahrahim. Sementara Bupati Bangli diwakili oleh Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Kadis Kopearsi Bangli menyambut kedatangan rombongan.

Pada kesempatan itu Menteri Sjarif Hasan Menyampaikan akan mendukung upaya pemkab Bangli dalam meningkatkan Perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan dan peningkatan kualitas Koperasi. “Koperasi merupakan salah satu jalan keluar untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya pengembangan koperasi ini, penduduk miskin di Bangli bisa menurun sampai angka 12 persen,” jelasnya. tegasnya.  

Dalam kaitannya dengan pengembangan pariwisata, Menteri Sjarif Hasan mengemukakan untuk lebih pengembangan produk unggulan seperti agro tourism dengan program One Product One Village (OVOV). Salah satunya pengembangan kopi luwak dan paprika. “Dengan program ini, kita harapkan  bisa menjadi sejarah dalam pengembangan jenis usaha yang dikembangkan melalui koperasi,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Bangli dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Bangli menyebutkan perkembangan koperasi di Bangli. Berdasarkan data per bulan Mei 2011, jumlah koperasi di Bangli sebanyak 231. Terdiri dari 5 KUD dan 226 non KUD. Sedangkan jumlah anggotanya telah mencapai 43.846 orang, terdiri dari anggota laki-laki 32.973 orang dan perempuan 10.873 orang. Dari jumlah koperasi itu, jumlah modal yang dimiliki Rp 39.573.310.000 dan volume usaha sampai tahun 2011 mencapai Rp 213.519.000.000.

Lebih lanjut disampaikan, keberhasilan pengelolaan dana bergulir dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI dari tahun 2000-2010 sebesar Rp 7.235.000.000 dan kini telah berkembang menjadi Rp 8.320.250.000 atau sekitar 15 persen. Dengan perkembangan yang baik ini, pemerintah bertekad untuk menjadikan koperasi sebagai salah satu soko guru perekonomian nasional. “Oleh karena itu, maka perlu kita lakukan pemantapan, peningkatan pembinaan, pengembangan dan pemberdayaan kepada koperasi,” tegasnya. Sehingga, lanjut dia, koperasi mampu berperan secara nyata sebagai pusat pelayanan, perekonomian yang efektif dan efesien bagi masyarakat.   Untuk mendukung hal itu, pemerintah Kabupaten BAngli terus melakukan pengembangan dan pemberdayaan koperasi. Salah satunya dengan pendekatan OVOV.  “Program ini dilakukan kepada produk yang menjadi ciri khas daerah, dengan poitensi pasar baik domestic maupun pasar eksport,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Menteri Koperasi dan UKM menyerahkan bantuan berupa dana social dengan besaran mulai dari Rp 30 juta sampai 150 juta ke sejumlah koperasi dan KUD di Bali. Selain itu, juga dilakukan penandatangan MoU kepada UKM Kopi Luwak Harmoni, UKM Bambu Collection dan UKM LV-Ina Bali. Diakhir acara, dilakukan penandatangan prasasti  peresmian Agro Ekowisata KUD Sulahan. Selain itu, rombongan juga sempat melakukan kunjungan ke agro wisata rempah-rempah sekaligu panen perdana buah paprika.

Agenda Lainnya

Cari Agenda